Tentang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebelumnya bernama Dinas Pertambangan dan Energi, terbentuk dengan terbitnya Undang-Undang Nomor. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang didalamnya mengatur kewenangan Kabupaten/Kota untuk sektor energi dan sumber daya mineral.

Seiring dengan perubahan kewenangan pemerintah Kabupaten/kota pada sektor energi dan sumber daya mineral, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menindaklanjuti berlakunya Undang-Undang Nomor. 23 Tahun 2014 tersebut dengan menerbitkan Peraturan Daerah Nomor.  09 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kurai Kartanegara, dan Peraturan Bupati Nomor. 51 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru terbentuk di Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara yang secara bersungguh-sungguh ikut serta mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good governance), sudah sewajarnya menyampaikan informasi keberadaanya berdasarkan kedudukan, tugas dan fungsi serta kewenangannya sehingga diketahui pihak lain melalui penyusunan buku profil “Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kutai Kartanegara”.

Profil Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kutai Kartanegara memuat gambaran-gambaran  garis besar berdasarkan kedudukan, tugas dan fungsi serta kewenangannya pada masing-masing bidang, antara lain berisi :

  1. Bidang Panas Bumi dan Migas
    1. Survey dan Identifikasi Panas Bumi untuk pemanfaatan langsung di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara;
    2. Pelayanan berupa pemberian dalam bentuk rekomendasi/advis teknis dalam menunjang proses perizinan sesuai kewenangan disektor pemanfaatan langsung panas bumi
    3. Penyusunan dokumen perencanaan/kajian pengembangan energi baru; terbarukan panas bumi untuk pemanfaatan langsung;
    4. Sosialisasi pemanfaatan panas bumi;
    5. Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas)
  2. Bidang Geologi
    1. Pembangunan Sumur Bor bagi masyarakat;
    2. Penyediaan air bersih dari air tanah bagi daerah sulit air;
    3. Pengidentifikasian Potensi Air Tanah.
  3. Bidang Energi
    1. Penggunaan dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (Listrik) untuk rumah tangga;
    2. Dukungan Program Pembinaan dan Pengembangan Ketenagalistrikan Pusat, Propinsi dan Pelaku Usaha Ketenagalistrikan;
    3. Peningkatan pelayanan penerangan jalan fasilitas umum;
    4. Persentase Rumah Tangga Berlistrik.